ada banyak hal yang membuat saya bersyukur bisa menjadi saya yang sekarang ini. lebih banyak dari hal-hal yang diam-diam saya masukkan ke dalam daftar hitam, yang saya klaim telah mengajarkan saya tentang segala sesuatu yang tak layak ada, jika kamu mengerti maksud saya.

ya sayang, saya memang terlalu banyak berpikir. bank data dalam benak saya telah melebihi kapasitasnya. tenang saja, beberapa telah saya simpan di bank data dunia maya untuk dilupakan sementara. akan saya unduh kembali ketika saatnya tiba.

setiap individu punya peran masing-masing, yang akan masing-masing sadari ketika sudah berada dalam peran tersebut. life is finding, one says. mungkin peran saya bukan seorang yang memutuskan ide itu baik atau tidak, pun bukan seseorang yang menjadi kiblat estetika, yang dipuji dari bagaimana ia meletakkan benda dalam grid imajiner yang direka-reka. bukan juga seseorang yang menikmati terbawa arus, yang membiarkan segalanya mengalir, dan hanya menjadi kerikil yang lama-lama tergerus menjadi pasir. simply not me.

bukan seorang yang secara instan dapat menjadi contoh, saya ingatkan kamu sekali lagi. dan pun saya bersyukur tidak mudah menjadikan seseorang sebagai contoh instan, yang akan saya acuhkan ketika trennya sudah usang.

“karena ditahtakan adalah diperbudak,” -Kahlil Gibran, Dunia yang Sempurna. (beratus-ratus kali saya kutip, karena beratus-ratus kali saya tak bisa tak sepaham).

dan saya kerap bermasalah dalam menjadi seseorang di bawah perintah.

;)